
ADAKASUS.COM, KONAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka mendengarkan Pidato Pertama Bupati dan Wakil Bupati Konawe. Senin (3/3/2025).
Rapat Paripurna Istimewa dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, turut dihadiri Bupati Konawe terpilih 2025-2030, Yusran Akbar, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim, Wakil Ketua I, Nuryadin Tombili, Wakil Ketua II Nasrullah Faizal, Sekretaris Daerah (Sekda), Ferdinand Sapan, Ketua PGRI Konawe Hania, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Konawe, Ketua dan Anggota Bawaslu Konawe, Rektor Universitas Lakidende, Kapolres Konawe, Ahmad Setiadi, Kejari Konawe, serta Anggota DPRD Konawe.
Dalam sambutannya, mewakili seluruh masyarakat Konawe dan Anggota DPRD Konawe, I Made Asmaya mengucapkan selamat kepada Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konawe Periode 2025-2030.
I Made Asmaya menyampaikan harapan kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe agar dapat mengemban tugas dan memegang teguh amanah serta kepercayaan yang telah diberikan masyarakat Kabupaten Konawe.

“Kami yakin dan percaya bahwa Bupati dan Wakil Bupati terpilih, mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Politisi PDIP ini juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kebersamaan, rapatkan barisan dan satukan persepsi dalam membangun Kabupaten Konawe.
“Saya berharap kiranya segala perbedaan warna dan idola di masa pemilihan bupati dan wakil bupati yang lalu hendaknya kita tinggalkan dan mari bersama – sama kita menata masa depan, karena Bapak Yusran Akbar dan Syamsul Ibrahim sebagai Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya untuk kelompok tertentu saja, tetapi adalah pemimpin pilihan rakyat milik seluruh rakyat Konawe,” ucapnya.
Tak lupa, Ketua DPRD Konawe juga mengucapkan terima kasih kepada Penjabat (Pj) Bupati Konawe, Stanley, yang telah melaksanakan amanah sebagai Pj Bupati Konawe.

“Terhitung sejak tanggal 15 Agustus 2024 sampai serah terima jabatan hari Kamis tanggal 20 Februari 2025, telah mengemban tugas dengan baik bersama seluruh jajaran birokrasi dalam menggerakkan berbagai kegiatan pembangunan, pemerintah dan pelayanan kemasyarakatan,” kata I Made Asmaya.
Selain itu, I Made Asmaya mengungkapkan hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD adalah hubungan kerja dengan kedudukan setara dan kemitraan. Dijelaskannya, setara artinya antara DPRD dan pemerintah daerah merupakan lembaga pemerintah daerah yang memiliki kedudukan sama dan sejajar, tidak saling membawahi.
Sedangkan, hubungan kemitraan yaitu antara pemerintah daerah dan DPRD saling bekerja sama dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai fungsi dan tugas masing-masing.
“Hal ini akan membangun sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing. Hal ini akan membangun hubungan kerja yang saling mendukung, bukan menjadi lawan dalam fungsinya masing-masing,” jelas I Made Asmaya.
Ketua DPRD Konawe juga mengingatkan bahwa terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Dibidang pemerintahan dan pembangunan adalah mendukung program nasional khususnya dalam efisiensi anggaran.

“Kebijakan ini bertujuan positif untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan pembangunan yang pro rakyat, Instrumen APBD harus benar- benar direncanakan untuk menjawab kepentingan rakyat serta tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel dan urgent,” ungkapnya.
“Dibidang politik, ruang demokrasi semakin terbuka, sehingga pemda dan DPRD harus lebih peka dalam mewadahi aspirasi masyarakat yang semakin dinamis,” harapnya.
Ketua DPRD Konawe menyampaikan ruang demokrasi yang terbuka dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu atas nama demokrasi tetapi justru merongrong persatuan dan kesatuan.
“Dibidang sosial, perkembangan informasi akan semakin mewarnai dinamika kemasyarakatan, sehingga tidak menutup kemungkinan timbul ekses-ekses negatif berupa penyebaran ideologi atau paham -paham yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan di Bumi Konawe ini,” ucapnya.
“Harus dijaga persatuan kesatuan, karena keberagaman suku, agama, golongan kelompok masyarakat merupakan kekuatan pendorong bagi berjalannya pembangunan dan pemerintahan yang lebih maju dan berkelanjutan,” tutup Ketua DPRD Konawe.
Laporan: Om Isra