Dukung Asta Cita Presiden, Bupati Konawe Bersama Komisi Irigasi Adakan Temu Wicara di Zona 5 dan 6 

Bupati Konawe saat sambutan

86saja.com, KONAWEDalam rangka mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe adakan Temu Wicara Penyusunan Jadwal Tanam, Pola Tanam, dan Rencana Pemberian Air (RPA) untuk daerah Irigasi Kecamatan Meluhu, dan Kecamatan Amonggedo, Musim Tanam I, II, III, Tahun 2026. Berlangsung di Balai Desa Ulu Benua, Kecamatan Amonggedo Pada Hari Jum’at (28/11/2025).

Temu Wicara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., Komisi Irigasi Kabupaten Konawe, Kadis PUPR Konawe, Kadis TPHP Konawe, Kadis Perikanan dan Kelautan Konawe, Kadis Ketahanan Pangan Konawe, Kabulog Konawe, Ketua Bidang Penegakkan Jadwal dan Pola Tata Tanam Komisi Irigasi, Camat Amonggedo, Camat Meluhu, Kapolsek Amonggedo, Kapolsek Meluhu, Dan Pos Ramil Amonggedo, Dan Pos Ramil Meluhu, Koordinator BPP Meluhu dan Amonggedo, para Kepala Desa se-Kecamatan Meluhu dan Amonggedo, serta para Ketua GP3A.

Dalam sambutannya, Bupati Yusran Akbar mengajak petani agar menyampaikan apa yang menjadi permasalahan di lahan pertaniannya, dalam temu wicara ini.

“Jadi, silahkan bapak ibu sampaikan terkait permasalahan yang ada. Utamanya di lokasi pertanian, sehingga bisa melahirkan solusi yang dapat berpengaruh terhadap produksi pertanian,” ucap Bupati Konawe.

Terkait dengan program pemerintah pusat, kata Yusran Akbar, Produktifitas lahan pertanian akan sangat berpengaruh terhadap program bapak Presiden yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Untuk itu selaku pimpinan daerah Kabupaten Konawe, mengajak seluruh masyarakat terkhusus para petani mengolah lahan pertanian dengan baik, lebih aktif dalam menjalin komunikasi atau kolaborasi dengan pemerintah. Demi terwujudnya Konawe yang Berdaya saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan (Bersahaja).

“pemerintah tidak akan pernah meninggalkan bapak ibu,” tegas Yusran Akbar.

“Saya mau mendorong komisi irigasi, agar kedepan fokus kita adalah kejar kualitas hasil produksi pertanian,” lanjut Bupati.

Guna mewujudkan cita-cita bersama yaitu memperoleh hasil produksi yang baik, maka bibit sangat menentukan. Sehingga ia menghimbau kepada para petani untuk tidak menggunakan atau membeli bibit sembarang, tetap menggunakan bibit unggul.

“Kita sudah programkan tahun depan beberapa kualitas benih yang bisa kita bagi ke petani-petani, tapi kita butuh diskusi lagi dengan Bulog sebagai pembeli gabah dan beberapa mitra lainnya, sebab kalau kita kasi benih yang sudah tidak laku dipasaran lagi maka pasti tidak akan terjual hasilnya,” ungkap Bupati.

Bupati Yusran Akbar memberikan apresiasi kepada masyarakat Amonggedo dan Meluhu, karena meskipun irigasi kurang namun petani masih menghasilkan pertanian yang produktif.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Yusran Akbar sampaikan Instruksi Mendagri “Instruksi Mendagri, jadi bapak-bapak memberikan informasi jika masih ada jembatan yang putus menuju akses pendidikan,” ujar Bupati.

Ditempat yang sama, Ketua Komisi Irigasi, Sriany, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa Konawe merupakan lumbung pertanian terbesar di Sultra. Sehingga Komisi Irigasi bertanggungjawab atas terpenuhinya kebutuhan air dari hulu hingga ke areal persawahan terakhir.

“Fokus utama kita adalah ketahanan pangan, dalam konteks nasional upaya kita di Konawe adalah implementasi nyata yang tertuang dalam salah satu pilar Asta Cita,” jelas Sriany.

Ia mengajak semua petani dan pihak terkait untuk terus menjalin kerjasama demi menghasilkan produksi yang baik, demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan Konawe.

 

Laporan: Om Isra