
86saja.com, KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., mendampingi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumarengukka, meninjau perkembangan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Sabtu (3/1/2026).
Sebelumnya, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan bantuan berupa 10 unit kapal 3 GT, 2 unit kapal 30 GT lengkap alat tangkap, 20 mesin ketinting, 60 set rawai, dan 1 unit mobil rantai dingin. Hal tersebut disampaikan oleh menggambarkan bahwa Konawe dalam hal ini KNMP Sorue mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat.
Kunjungan Gubernur bertujuan untuk pastikan perkembangan pembangunan fisik dan kesiapan operasional kawasan permukiman nelayan yang menjadi bagian dari program strategis nasional KKP.
“Seluruh pekerjaan harus dirampungkan secepatnya agar KNMP benar-benar dimanfaatkan secara maksimal—bukan hanya sebagai proyek, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir,” tegas Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga memberi perhatian khusus pada kondisi akses jalan menuju Desa Sorue yang dianggap dapat menjadi hambatan distribusi hasil tangkapan.
“Perbaikan jalan harus jadi prioritas utama. Tanpa akses memadai, kapal dan hasil ikan pun tak akan sampai ke pasar dengan nilai optimal,” ucapnya.
Menyikapi apa yang menjadi arahan Gubernur, Bupati Konawe menyatakan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupeten Konawe untuk segera berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) dan Dinas PU untuk peningkatan jalan poros Soropia–Sorue.

Sebelumnya, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan akan memberikan bantuan berupa 10 unit Kapal Motor 3 GT lengkap dengan alat tangkap ramah lingkungan, 2 unit Kapal 30 GT (kelas kapal tangkap jarak menengah) plus peralatan navigasi dan alat tangkap modern, 20 unit mesin ketinting 15 PK, 60 set alat pancing rawai dasar dan permukaan, 1 unit mobil rantai dingin (cold chain vehicle) berkapasitas 2 ton untuk distribusi hasil laut ke pasar regional. Hal tersebut disampaikan oleh Sahrudin, S.Pi., M.Si.
Menurut Sahrudin, bantuan tersebut merupakan bagian dari final push KKP untuk memastikan KNMP Sorue tidak hanya siap secara infrastruktur, tetapi juga secara operasional, dari hulu ke hilir.

“Ini bukan sekadar bantuan barang, tapi investasi pada kemandirian ekonomi nelayan. Dengan kapal 30 GT, misalnya, nelayan Sorue bisa menjangkau fishing ground di Selat Buton dan perairan Pulau Wawonii secara efisien,” jelasnya.
Diketahui, KNMP Desa Sorue kini menempati posisi strategis dalam roadmap KKP. Menjadi salah satu dari 10 titik KNMP terpilih yang akan menjadi pilot project digitalisasi nelayan melalui aplikasi e-Nelayan untuk pelacakan hasil tangkap, harga pasar, dan pendampingan cuaca.
Laporan: Israjab