
86saja.com, KONAWE – Rahmat Lagaligo, atlet taekwondo muda berbakat asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, kembali mencatatkan namanya di pentas dunia. Setelah sukses mengikuti Gwangju Open International Taekwondo Championships 2025 di Korea Selatan, pemuda berusia 21 tahun ini kini dipercaya kembali untuk berlaga di kejuaraan lebih prestisius, yakni 22nd JAPAN WATA Open International Taekwondo Championship 2026 yang digelar di Sakai City Ohama Arena, Osaka, Jepang.
Suasana Sakai City Ohama Arena mendadak terasa lebih hangat dengan semangat juang yang terpancar dari raut muka Rahmat Lagaligo. Bertempat di negeri Sakura, atlet kelahiran Anggaberi, 21 tahun silam ini, bukan sekadar bertanding. Ia membawa misi besar: membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing di kelas dunia.
Rahmat Lagaligo turun di kelas Poomsae Senior Individual & Team, kategori yang menguji ketepatan, keseimbangan, teknik, serta kekuatan mental. Di atas matras, ia akan berhadapan dengan atlet-atlet tangguh dari berbagai negara. Namun, persiapannya telah matang. Sebelum terbang ke Jepang, Rahmat menjalani pemusatan latihan intensif bersama tim nasional dan pelatihnya yang telah membimbingnya sejak di Konawe Utara, lalu Konawe, hingga level nasional.
“Saya optimis bisa tampil maksimal. Target saya bukan hanya ikut serta, tapi membawa pulang hasil terbaik untuk Indonesia, khususnya untuk masyarakat Konawe dan Sulawesi Tenggara,” ujar Igo sapaan Rahmat Lagaligo melalui sambungan telepon dari Osaka, Sabtu (25/4/2026).
Dalam pernyataan eksklusifnya, Igo secara khusus menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T. “Pak Bupati adalah orang yang sangat peduli pada olahraga daerah. Beliau terus mendorong kami para atlet Konawe untuk berprestasi hingga kancah internasional. Tanpa dukungan beliau, mungkin saya tidak akan sampai sejauh ini,” ungkap Igo dengan penuh haru.

Igo juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada STIE 66 Kendari sebagai almamater kampusnya yang selalu memberi fleksibilitas akademik, serta para pelatihnya yang setia membimbing: dari pelatih lokal Konawe hingga pelatih di level nasional. “Mereka adalah pahlawan di balik medali saya,” tambahnya.
Rahmat Lagaligo tidak berjuang sendirian di Osaka. Ia tergabung bersama sejumlah atlet taekwondo nasional lainnya yang berasal dari Sumatera Selatan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kehadiran mereka bersama-sama menunjukkan bahwa persatuan atlet Indonesia adalah kunci kekuatan.
Manajer tim mengonfirmasi bahwa seluruh atlet dalam kondisi prima dan siap memberikan penampilan terbaik. Untuk Rahmat, ini adalah panggung kedua setelah Korea Selatan, dan pengalaman berharga tersebut menjadi modal besar.
Di Konawe, masyarakat dan keluarga besar taekwondo daerah mendoakan yang terbaik. Bupati Yusran Akbar dalam pesan singkatnya menyatakan, “Rahmat Lagaligo adalah kebanggaan kita. Teruslah berjuang, raih mimpimu, dan bawa nama harum Konawe di mata dunia. Pemerintah daerah akan selalu mendukung atlet berprestasi seperti Rahmat.”
Dengan jam terbang internasional dan semangat pantang menyerah, Rahmat Lagaligo membuktikan bahwa talenta besar bisa lahir dari daerah mana pun. Tunggu aksi terbaiknya dari Osaka, Jepang!
Laporan: Israjab