Bupati Konawe Sahuti Curhatan Petani Jagung di Tetehaka

Suasana saat panen raya jagung

86saja.com, KONAWE – Setelah kurang lebih 30 tahun olah kebun, pasangan suami istri (Pasutri) Bapak Yadu usia 59 tahun dan istrinya Nuru, sangat senang bisa bertemu Bupati Konawe bersama Wakil Bupati Konawe di kebun olahan mereka.

Pertemuan itu terjadi saat Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., dan Wakil Bupati, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., beserta rombongan hadiri kegiatan Panen Raya Jagung Hibrida di desa Tetehaka, Kecamatan Puriala. Rabu (17/12/2025).

“Alhamdulillah, sekian lama sa buka kebun disini akhirnya ada Bupati yang datang di kebunku,” kata Nuru yang penuh haru saat bersalaman dengan Bupati Konawe dan Wakil Bupati.

Didampingi suaminya Yodi, keduanya menyampaikan rasa bahagia mereka serta harapan-harapannya kepada Bupati dan Wakil Bupati Konawe. Yang kemudian disahuti oleh Bupati Konawe dengan suasana penuh canda ria. Nampak antara Bupati dan Wakil Bupati dengan Pasutri serta beberapa warga yang berada dilokasi terlihat begitu akrab padahal baru bertemu di tempat tersebut.

“Saya ini pak Bupati Pak Wakil, sudah sekitar 30 tahun mengolah kebun, anak-anakku sudah besar. Bahkan ada yang lahir disini,” ucap Nuru.

Nuru mengatakan bahwa kendala yang mereka hadapi yaitu terkait akses transportasi dari kampung untuk menuju lokasi perkebunan. Terkait jalan, sarana penyebrangan, serta alat pertanian termaksud pupuk.

“Kami ini kadang mengangkut hasil panen Jagung itu sampai 500 Kilo, gunakan Perahu. Itupun disewa pak,” ucap Nuru.

Menerima curhatan kedua pasangan suami istri serta beberapa warga yang ada di lokasi tersebut, Bupati Konawe memberikan kesempatan kepada dinas terkait. Dalam hal ini TPHP Konawe untuk memfasilitasi pemenuhan kebutuhan Alat dan Mesin Pertanian, serta kebutuhan Pupuk dan Benih Bibit Unggul.

“Terkait dengan rencana pembuatan Jalan Usaha Tani, nanti ditinjau dulu dari Dinas PU untuk memastikan kondisi lokasi di tempat ini,” kata Yusran Akbar.

Sedangkan untuk perbaikan tanggul lanjut Bupati, nanti akan dikomunikasikan dulu ke pihak BWS.

Diketahui, lokasi yang di olah oleh tiga kelompok tani di wilayah tersebut yaitu seluas 75 Hektar, dan hasil produksi per hektarnya mencapai 8,3 Ton, sehingga total keseluruhan sekitar 622,3 Ton.

 

Laporan: Om Isra