Bupati Konawe Sampaikan Tujuh Poin Penting dalam Tanggap Bencana

Bupati Konawe bersama Forkopimda saat meninjau kesiapan apel

86saja.com, KONAWE – Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T.,  pimpin langsung apel kesiapan tanggap bencana dalam menghadapi potensi bencana alam di Konawe. Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang digelar di halaman kantor bupati tersebut turut dihadiri oleh Forkopimda Konawe, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Konawe, Ketua Pengadilan Negeri Konawe, serta Direktur BLUD RSUD Konawe.

Beberapa OPD Konawe turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, dengan menurunkan personilnya masing-masing. Diantaranya, Dinas Kesehatan 20 personel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 20 personel, Dinas Sosial Kabupaten Konawe 20 personel, Dinas Perhubungan Kabupaten Konawe 20 personel, Polisi Pamong Praja 20 personel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 20 personel, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Konawe, serta Kepala Palang Merah Indonesia PMI Kabupaten Konawe 20 personel.

Saat sambutan, Bupati Konawe sampaikan betapa pentingnya kesiapsiagaan serta kolaborasi seluruh elemen, dalam menghadapi potensi bencana alam yang mengancam dan dapat terjadi kapan saja.

“Indonesia, yang berada di kawasan ring of fire, memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi sehingga membutuhkan langkah strategis, responsif, dan berkelanjutan dari pemerintah pusat hingga daerah,” jelas bupati.

Kata Bupati Yusran, Berdasarkan data BNPB hingga Oktober 2025, telah tercatat ribuan kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Hal tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan kerugian material.

Untuk itu, dibutuhkan keterlibatan seluruh unsur, serta yang dapat bekerjasama dengan masyarakat dalam melakukan kesiapan, memperkuat sinergi, dan melaksanakan langkah mitigasi secara cepat serta terkoordinasi.

Bupati Yusran tegaskan bahwa dalam melaksanakan kegiatan, arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, jadi pedoman penting bagi seluruh aparatur negara yaitu menempatkan perlindungan rakyat sebagai amanah utama.

“Negara harus hadir dan bertindak cepat dalam melindungi masyarakat dari ancaman bencana sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan,” ucap bupati.

Bupati menyampaikan tujuh poin penting yang perlu dipedomani dalam pelaksanaan tanggap bencana. pertama, pelaksanaan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan.

Kedua penyampaian informasi dan imbauan dini secara cepat dan akurat. Yang ketiga, memastikan kesiapan personel, sarana, prasarana, dan logistik pendukung.

Keempat, melaksanakan simulasi kesiapsiagaan secara rutin.

Kelima, mengedepankan kecepatan dan ketepatan dalam respon darurat.

Yang keenam, melaksanakan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional.

Serta yang ketujuh, menerapkan prosedur penanggulangan bencana secara menyeluruh.

 

Laporan: Om Isra