FLLAJ Konawe Adakan Pengukuhan dan Rakor Wujudkan Transportasi Aman dan Teratur

86saja.com, KONAWE – Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kabupaten Konawe adakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Pengukuhan dengan tema “Penguatan Sinergitas Instansi Penyelenggara Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Konawe Guna Mewujudkan Transfortasi yang Aman dan Teratur Menuju Konawe Bersahaja”. Di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Konawe. Jum’at (19/12/2025).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten III Setda Konawe, Mudarman, S.Sos., M.Si., perwakilan kementrian perhubungan, perwakilan Jasa Raharja Sultra, Pabung Konawe, Kadis Perhubungan Konawe, Kasat Lantas Konawe, Perwakilan Kajari, serta para tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe yang di wakili oleh Asisten III menyampaikan apresiasinya kepada FLLAJ dengan terlaksananya kegiatan Rakor dan Pengukuhan.

“Kalau kita melihat dari kegiatan sehari-hari jalur Unaaha – Kendari padat lalu lintas, dengan adanya forum sebagai wadah diskusi dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada, khususnya terkait transportasi jalan,” kata Mudarman.

Iapun berharap, Forum yang telah terbentuk dapat terus meningkatkan kinerja, dengan penuh tanggungjawab.

“Kalau bisa kegiatan Rakor ini dilaksanakan setiap 3 atau per 6 bulan, sehingga kegiatan ini benar-benar bermanfaat,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Konawe, Hj. Werweti, S.Pel., M.M., Tr., selaku panitia penyelenggara kegiatan menyampaikan beberapa tujuan pelaksanaan kegiatan.

“Pembentukan Forum LLAJ sejatinya telah direncanakan lebih dari satu dekade lalu, namun sempat tertunda,” ungkapnya.

Tertundanya karena beberapa hal kata Werweti, diantaranya Konawe diproyeksikan berkembang menjadi kota industri dan pusat logistik regional, terjadi lonjakan volume kendaraan angkutan barang dan orang, Infrastruktur dan regulasi transportasi belum disiapkan secara komprehensif.

Berdasarkan kondisi saat ini lanjut Werweti, forum ini menjadi kebutuhan mendesak, sebagai wadah sinkronisasi kebijakan pusat–daerah. Kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat. Antisipasi dampak transportasi akibat pertumbuhan industri dan ekonomi.

Iapun menjelaskan tentang tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Konawe dengan faktor utama dominasi kendaraan angkutan barang berat, jalan nasional dan provinsi yang menjadi jalur logistik, rendahnya kesadaran berlalu lintas, kendaraan tidak laik jalan dan over dimension–over loading (ODOL).

“Forum LLAJ sebagai Sarana Penyaluran Aspirasi Masyarakat. Forum ini dibentuk untuk memastikan suara masyarakat terdampak transportasi benar-benar didengar,” ucapnya.

Werweti menjelaskan, Konawe sebagai Lumbung Pangan Sulawesi Tenggara dalam semangat KONAWE BERSAHAJA, Konawe memiliki peran strategis sebagai lumbung pangan Sulawesi Tenggara, khususnya sektor Pertanian, Perkebunan.

“Tantangan transportasi yang dihadapi diantaranya akses jalan desa–sentra produksi belum optimal. Biaya logistik hasil panen masih tinggi. Angkutan hasil pertanian belum tertata. Forum LLAJ akan menjadi wadah sinkronisasi transportasi dengan sektor pangan, penataan angkutan hasil pertanian serta mendukung kesejahteraan petani sebagai wujud Bersahaja yang sesungguhnya,” ujar Werweti.

Menurutnya, tantangan dan peluang saat ini, Kabupaten Konawe belum memiliki sistem transportasi massal yang terintegrasi, sehingga ketergantungan tinggi pada kendaraan pribadi.

“Forum ini membuka ruang diskusi untuk perencanaan transportasi massal berbasis kebutuhan lokal. Angkutan perdesaan yang berkelanjutan. Skema kemitraan pemerintah–swasta,” jelas Werweti.

Diakhir sambutannya ia kembali menegaskan, Forum Diskusi LLAJ bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menurunkan angka kecelakaan, meningkatkan keselamatan dan ketertiban, mendukung Konawe sebagai kota industri dan lumbung pangan, serta mewujudkan KONAWE BERSAHAJA secara konkret.

 

Laporan: Om Isra