
Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe untuk terus bekerja dalam menekan laju inflasi di Konawe mampu membuahkan hasil yang begitu gemilang, hal tersebut dibuktikan dengan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) semester pertama (Januari-Juni ) tahun 2026.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Konawe tidak hanya berhasil menekan laju inflasi, namun juga mencatatkan tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) terkendali di seluruh Provinsi Sulawesi Tenggara pada penutupan semester ini.
Berdasarkan laporan BPS, tren inflasi (y-on-y) Kabupaten Konawe terus menunjukkan penurunan yang sangat positif sejak awal tahun. Pada bulan Januari 2026, inflasi berada di angka 3,79%. Angka ini berhasil ditekan turun menjadi 3,57% pada Februari, dan kemudian merosot tajam menjadi 1,81% pada bulan Maret.
Kabupaten Konawe bahkan mencapai tingkat inflasi terkendali di angka 1,61% pada bulan April. Meskipun dinamika pasar sempat membuat inflasi sedikit naik ke angka 2,59% pada bulan Mei, inflasi kembali terkendali dengan sangat baik pada bulan Juni 2026 di angka 2,12%. Keadaan ini membuat Konawe masuk sebagai daerah dengan inflasi terkendali se-Sulawesi Tenggara.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari komitmen kuat, serta implementasi langkah-langkah strategis dan taktis dari Pemkab Konawe.
Dalam penjelasannya, Yusran Akbar mengungkapkan empat strategi utama penanganan inflasi yang berhasil membawa Konawe mencetak rekor tersebut.

Pertama, kata Yusran Akbar, yaitu memastikan ketersediaan bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat selalu tersedia, melalui menjaga siklus panen setiap komoditas agar tidak ada hambatan (terutama dalam ketersediaan air irigasi), serta melakukan subsidi transportasi atas komoditas yang harus didatangkan dari luar daerah misalnya bawang merah dan bawang putih.
Kedua, memastikan transaksi ekonomi selalu berputar, melalui peran UMKM termasuk melaksanakan event-event yang bisa mendatangkan pengunjung ke Konawe.
Ketiga, membangun koordinasi yang intensif dengan pemangku kepentingan di antaranya bersama pihak Bulog, para pelaku usaha, dan instansi terkait lainnya.
Sedangkan yang keempat adalah komitmen bersama untuk membangun daerah oleh semua pihak.
Bukti nyata dari strategi subsidi transportasi dan penjagaan ketersediaan pasokan pangan yang digaungkan oleh Bupati Yusran sangat terlihat dalam rilis data BPS.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, komoditas-komoditas pangan bergejolak yang didatangkan dari luar atau sangat bergantung pada pasokan seperti bawang putih, bawang merah, cabai rawit, tomat, hingga tahu dan tempe. Secara konsisten tampil sebagai komoditas utama yang memberikan andil deflasi di Kabupaten Konawe, sehingga berhasil menekan laju kenaikan inflasi dari sektor lain.
Pencapaian ini merupakan prestasi, dan Pemkab Konawe akan berusaha mengoptimalkan kerja dilapangan dengan terus menjaga serta membangun komitmen dan sinergi dengan para pemangku kepentingan, serta masyarakat dalam menstabilkan harga.
Laporan : Israjab
