
ADAKASUS.COM, KONAWE – Bupati Kolaka Timur Abdul Azis melanjutkan kunjungan kerja di Desa Aukora dan Desa Uete kecamatan Uluiwoi, pada hari Selasa (10/9/2024).
Abd Azis mengatakan dirinya merasa malu hadir di uluiwoi dan ueesi, karena sudah sering melakukan kunjungan kerja.
“Saya Malu-malu datang kesini karena pasti warga merasa bosan melihat terus saya datang kesini, namun saya liat antusias warga dengan sambutannya luar biasa kepada saya telah mengugurkan prasangka saya sendiri,” ujarnya.
Di akuinya, Setiap melakukan kunjungan kerja di dua kecamatan Uluiwoi dan Ueesi selalu merasakan kesejukan dan ketenangan.
“Ada kesan tersendiri serta perasaan yang muncul dalam hati saya merasakan ketenangan dan kesejukan apabila saya berada disini,” imbuhnya.
Disetiap kunjungan kerjanya, ia selalu menyampaikan kepada seluruh warga untuk tidak terprovokasi dengan isu-isu poltik identitas yang disebarkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Banyak isu-isu yang muncul bahwa saya bukan orang Koltim, isu yang seperti ini yang tidak boleh ada di Kolaka Timur ini. Karena kita semua adalah ciptaan Allah SWT, saya tidak pernah berkehendak ingin jadi Bupati di koltim namun takdir Allah yang menuntun saya hingga memimpin di wonua sorume ini,” jelasnya.
Selain itu, Abd Azis disetiap sambutanya ia juga selalu memberikan pencerahan dengan mengutip Hadis tentang penciptaan manusia bersuku-suku yang terdapat dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, yang berbunyi:
“Wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa dan bersuku agar kamu saling mengenal”.

Tujuan Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah agar manusia saling mengenal, menolong, dan menghormati satu sama lain. Dengan saling mengenal, manusia dapat memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta mengambil kebaikan dari orang lain.
Ia juga menegaskan, apabila seluruh masyarakat, tokoh adat, agama dan budaya serta pemuda saling gontok-gontokan, saling bermusuhan, maka akselerasi pembangunan di daerah tidak akan berjalan dengan baik dan nilai-nilai kekeluargaan kita tidak akan berkembang di Kolaka Timur.
“Saya harapkan dalam proses demokrasi ini kita jaga keteduhan, kedamaian, jangan karena perbedaan hubungan Habbluminannas sudah tidak bagus di antara kita. Biarlah saya yang menjadi korban fitnah, sering dibikinkan isu bahwa saya bukan orang asli Koltim, biarlah saya yang dihancurkan asal jangan warga masyarakat koltim yang dikorbankan,” ucapnya.
Dirinya menjelaskan bahwa tidak ada yang tau akan lahir sebagai suku apa dan agama apa, semua tuhan yang menghendaki, kita ini di takdirkan sebagai warga negara dengan keberagaman suku, adat, budaya dan agama yang mesti kita perkuat dan terus lestarikan di kolaka timur.
“Siapa yang sudah berbuat untuk daerah ini, itulah yang patut kita pertahankan, jangan kita di persempit dengan narasi isu identitas. Saya akan terus memberikan kontribusi pembangunan untuk daerah ini, khususnya di Uluiwoi-Ueesi, baik itu perbaikan infrastruktur jalan, pengobatan gratis dan masih banyak lagi yang menjadi program pemda ke depan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menerangkan bahwa Sejarah membuktikan selama 11 tahun acara musrembang yang selalunya di diadakan di ibukota Koltim, namun saya tempatkan di Desa Puurau untuk pertama kalinya.
“Banyak yang bertanya kenapa harus di Desa Puurau ditempatkan musrembang yang notabene wajib pilihnya kurang lebih hanya 100 jiwa penduduknya, saya tidak melihat itu karena semua punya hak yang sama. Saya tidak ingin membeda-bedakan masyarakat yang ada di kolaka timur,” jelasnya.
“Dan saya tidak mau nanti ada kepentingan baru kita berkunjung ke desa-desa, karena jabatan bupati ini adalah amanah dari rakyat yang akan saya pertanggung jawabkan dunia maupun akhirat,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa dirinya tidak ambisius dengan jabatan, karena jangan sampai jabatan merubah karakter diri kita sendiri.
“Kedua orang tua saya dari petani jadi saya tidak lupa darimana asal saya. Kenapa saya keliling di semua desa, karena saya ingin memberikan motivasi kepada orang tua khususnya anak-anak kita untuk tidak membatasi diri untuk melanjutkan mimpi yang menjadi cita-citanya,” ucapnya.
Menurutnya, jangan karena kita anak petani lantas membuat kita tidak berani untuk bermimpi, harus kita tanamkan pada diri kita bahwa semangat untuk meraih mimpi itu dengan berusaha, kerja keras yang kuat kita dapat menggapai apa yang kita cita-citakan.
“Saya sadari jabatan ini hanya titipan sementara dan akan segera berlalu, sama dengan harga nilam yang hari ini lagi naik harganya namun kita tidak boleh terlena dengan harga, lupa kalau harga nilam bisa turun nantinya,” tuturnya.
Hasil Wawancara sejumlah media, Abd Azis menegaskan bahwa dirinya hanya ingin berbuat untuk masyarakat Kolaka Timur, bagaimana disetiap pergerakan waktu kita dapat memberikan manfaat kepada keluarga, tetangga dan kepada Warga.
“Yang harus dilakukan adalah bagaimana kita terus menebar kebaikan karena itulah nilai tertinggi dalam hidup, inilah yang di harapkan, kebersamaan kita jangan cepat berlalu agar program-program kerja yang telah kita lakukan tidak terhenti dan tetap berlanjut untuk percepatan pembangunan di kolaka timur yang kita cintai bersama,” terangnya.
Mewakili Pemerintah Daerah Memberikan Apresiasi dan salut kepada Kades Aukora dan Uete, karena selalu mementingkan desanya tidak henti-hentinya menyampaikan program desa ke Kabupaten. Sehingga kami bisa merealisasikan apa yang menjadi permintaan warga.
Laporan: Om Isra